Adiknya, Ade Nurmaya, yang kebetulan dokter tahu
betul risiko stroke pendarahan. Pasien stroke pendarahan
kemungkinan hidup cuma 5%, ujar dr Ade Nurmaya yang
berpraktek di Getasan, Salatiga, kira-kira 1,5 jam
perjalanan dari Semarang. Tanpa sepengetahuan dokter
yang merawat, Ade memberikan 1 sendok makan esktrak
teripang 3 kali sehari kepada Lis. Ekstrak itu rutin
diberikan sejam sebelum jadwal makan.
Mengapa Ade Nurmaya memberikan ekstrak teripang?
Jangan sampai kakak sembuh, tetapi daya pikir menurun.
Lumpuh akibat stroke masih bisa disembuhkan. Namun,
kalau ingatan yang rusak sulit dipulihkan. Saya juga
ingin membuktikan apa benar teripang bisa menyembuhkan
stroke seperti ditulis Trubus? ujar perempuan 38 tahun
itu. Pada edisi Maret 2006 majalah Anda memang menulis
khasiat teripang, antara lain menyembuhkan stroke.
Beberapa pekan setelah diberi ekstrak teripang, Lis
siuman. Kebahagiaan keluarga besarnya membuncah. Yang
lebih menggembirakan ingatannya seperti semula, tak
berkurang sedikit pun. Pernah temannya bezuk, karyawan
PT Taspen Semarang itu ingat persis sisa cuti. Kemampuan
bicaranya juga bagus, ujar dokter alumnus Universitas
Diponegoro itu. Trubus membuktikannya ketika berbicara
langsung dengan Lis Rudiyan.
Padahal, pendarahan terjadi di cerebrospinal (ruang
di tengah otak) dan mengendap hampir ke batang otak
seperti dialami almarhumah Sukma Ayu. Ekstrak teripang
cukup membantu mengatasi stroke. Bagi penderita stroke,
pendarahan mendesak otak ke samping sehingga jaringan
rusak, katanya. Protein yang dikandung teripang
menumbuhkan sel-sel baru pada otak dan meregenerasi
jaringan yang mati sehingga daya ingat dapat berfungsi
baik.
Beragam penyakit
Hj Halimah Omar juga merasakan khasiat teripang.
Perempuan kelahiran Johor, Malaysia, 24 Mei 1951 itu 17
tahun mengidap asma. Begitu gejala serangan muncul, anak
ke-8 dari 12 bersaudara itu segera memacu mobilnya ke
Batupahat Hospital, 2 km dari rumahnya. Dokter negeri
jiran biasanya meresepkan bentolin, niulin, dan obat
spray untuk melegakan jalan pernapasan. Sayang, ketika
obat-obatan habis penyakitnya kerap muncul.
Oleh karena itu Halimah tertarik mencoba ekstrak
teripang. Ibu 2 anak itu rutin mengkonsumsi 2 sendok
makan 2 kali sehari. Efek yang langsung dirasakan
perempuan 55 tahun itu, Saya rasa badan sedap (enak,
red), ujarnya ketika ditemui Trubus di rumahnya di
bilangan Tamantasik, Johor. Dua tahun terakhir setelah
rutin mengkonsumsi gamat-sebutan teripang di
Malaysia-asmanya tak pernah kambuh.
Teripang tak hanya membantu proses penyembuhan stroke
dan asma. Banyak penyakit maut lain yang dituntaskan
oleh anggota famili Holothuriidae itu seperti diabetes
mellitus, jantung koroner, hepatitis, dan psoriasis.
Teripang berkhasiat untuk hampir semua kasus penyakit.
Cara kerjanya tentu saja berbeda. Misalnya untuk asam
urat ekstrak teripang memblokir asam urat, untuk
osteoarthritis alias radang sendi teripang memberikan
kondroitin sehingga tulang rawannya membaik, ujar dr Zen
Djaja MD di Malang.
Ekstrak teripang itulah yang kini menjadi buah bibir
di masyarakat Indonesia. Banyak pasien berharap sembuh
dari penyakit mematikan dengan mengkonsumsi ekstraknya.
Di sisi lain banyak pula dokter yang mengidap penyakit
tertentu, lalu mengkonsumsi teripang untuk diri sendiri
dan merasakan faedahnya. Episode berikutnya, sang dokter
menganjurkan-jika tak boleh dibilang meresepkan-kepada
para pasien.
Sekadar menyebut contoh, di Jakarta ada dr Pieter AW
Pattinama MPH, mantan direktur RS PGI Cikini. Derita
panjang akibat serangan diabetes mellitus sejak 1972
akhirnya berujung. Itu setelah ia melakukan terapi
akupunktur plus konsumsi ekstrak gamat. Kadar gula darah
pria 59 tahun itu semula 500 mg/dl turun menjadi 160
mg/dl dalam 2 bulan.
Dokter-dokter di Indonesia biasanya tak gampang
percaya terhadap obat atau suplemen yang belum diuji
klinis. Namun, pada kasus ekstrak teripang yang notabene
belum diuji klinis, mereka berkenan menggunakan setelah
obat-obatan kimiawi gagal mengatasi penyakit-penyakit
tertentu. Menurut dr Andreas Widjaja itulah fenomena
bangkitnya fitofarmaka di
Indonesia.
Lengkap
Apa rahasia teripang sehingga dapat menyembuhkan
beragam penyakit? Ahli nutrisi Malaysia Walter Kee Mun
Yee, mengatakan teripang mengandung kolagen, MPS
(mucopolusacarida), DHA (Docosahexaenoic acid) dan EPA
(Eicosapentaenoic acid). Kepada Trubus alumnus Wisconsin
University itu mengatakan, MPS dalam bentuk kondritin
sulfat memulihkan sendi dan membangun tulang rawan.
Senyawa itu juga memberikan pelendiran pada dinding
sel.
Dua yang disebut terakhir-EPA dan DHA, disebut omega
3-merupakan asam lemak rantai panjang. DHA dan EPA
banyak ditemukan pada satwa di lautan. Menurut ahli
gizi, Dr Uken Soetrisno, DHA dan EPA berfungsi untuk
kecerdasan dan berhubungan dengan pertumbuhan
simpul-simpul saraf atau ganglion. Hal senada juga
diungkapkan dr Luki Kartadinata. DHA dan EPA bermanfaat
untuk pertumbuhan otak dan melancarkan sirkulasi darah,
ujar alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti
itu.
Masih ada faedah lain senyawa aktif itu. Menurut dr
Imelda Retno Purwanti dokter di Kelapagading, Jakarta
Utara, EPA dan Omega 3 sebagai pelarut kolesterol,
terutama LDL (dikenal sebagai kolesterol jahat, red).
Jika tak diterapi kolesterol tinggi menyebabkan penyakit
jantung. Efeknya berantai dan tak dapat berdiri
sendiri-sendiri. Semua ahli sepakat soal faedah EPA dan
DHA. Yang tak bulat adalah soal waktu pemberian.
Menurut dr Zen Djaja MD di Jakarta ekstrak teripang
sangat baik diberikan kepada wanita hamil, bukan
anak-anak. Pada beberapa penelitian spesifik, DHA tak
terlalu berkhasiat ketika bayi sudah lahir. Ia (DHA,
red) menampakkan fungsinya ketika pembentukan otak
janin, kata alumnus Fakultas Kedokteran Universitas
Katolik Atmajaya.
Namun, Dr Uken Soetrisno mengatakan, selain kepada
wanita hamil, DHA juga bagus diberikan kepada anak-anak
di bawah 2 tahun. Tetap harus dijaga keseimbangan
nutrisi. Sebab, di dunia ini tak ada makanan
superlengkap, ujar doktor Nutrisi alumnus Oregon State
University. Selain itu teathfish-sebutan teripang di
Inggris-kaya tembaga. Tembaga bagus untuk regenasi sel
sehingga bikin awet muda, ujar dr Luki.
Rusak
ginjal?
Zen Djaja MD mengatakan, mentimun laut-sebutan untuk
teripang-mengandung asam lemak 12-MTA alias
metthyltetradecanoic acid. Hingga saat ini jenis bakteri
yang berjasa dalam pembentukan asam itu masih diteliti.
Asam itu tokcer mengahalangi enzim 5-Lox atau populer
sebagai lipoksigenase, enzim yang mengoksidasi lemak tak
jenuh menjadi peroksida sehingga mengancam kesehatan.
Dalam dunia pengobatan modern, ini adalah kunci
pengobatan asma, pembengkakan usus, dan arthritis, kata
Zen.
Secara tradisional, teripang digunakan dalam
pengobatan cina sejak ribuan tahun silam. Hoisom-
sebutan teripang di Cina-dikeringkan atau dibuat bubuk.
Menurut William Aditeja, ahli pengobatan cina di
Jakarta, teripang bubuk lebih aman dikonsumsi pasien
alergi ketimbang yang kering. Kadar protein teripang
kering relatif tinggi sehingga memicu alergi.
Dokter alumnus Beijing University of Traditional
Chinese Medicine itu memanfaatkan teripang untuk
mengobati penyakit sirosis hati, mioma, dan segala
penyakit yang menyebabkan organ tubuh mengeras atau
membengkak. Teripang berkadar garam tinggi sehingga
berfungsi melunakkan atau mengecilkan kelainan organ
tubuh yang mengeras atau membengkak, ujar William yang
berpraktek di Jakarta Kota.
Ia mengatakan konsumsi berlebihan dalam waktu lama,
berefek terhadap ginjal. Oleh sebab itu, dosis mesti
tepat. Menurut William dosis konsumsi teripang kering
15-30 g; bubuk, 3 g sekali konsumsi. Frekuensinya 2-3
kali sehari. Menurut Walter Kee Mun Yee ekstrak gamat
tanpa garam. Mirip ikan laut atau cumi-cumi, walau hidup
di laut tapi dagingnya tak asin karena adanya reverse
osmosis, ujar Kee.
Efek berbeda
Tentu, tak semua dokter menganjurkan ekstrak
zeekomkamer-sebutan teripang di Belanda-kepada para
pasiennya. Contoh, dr Paulus Wahyudi Halim. Dokter
sekaligus herbalis di Tangerang, Provinsi Banten, itu
menyarankan pasien untuk berhati-hati. Mestinya pasien
memperhatikan efek samping, terutama pada organ hati dan
ginjal. Bila keduanya rusak, obat malah mencelakakan
kita. Sebab, efek obat untuk setiap orang berbeda,
tergantung tingkat kemampuan tubuh menerima zat itu,
katanya.
Dokter alumnus Universitas Degli Studi Padova,
Italia, itu mengatakan, ekstrak teripang mestinya
melewati uji yang mengikuti kaidah farmakologis seperti
uji klinis. Tujuannya untuk menentukan dosis tepat
sehingga konsumen terlindungi. Harap mafh um, kerap kali
dosis yang digunakan konsumen di sini mengacu pada
pasien di mancanegara yang belum tentu kebutuhannya
sama.
Pendapat serupa dikemukakan oleh Dr Asep Gana
Suganda, ahli farmakologi Institut Teknologi Bandung
(ITB). Dalam teripang juga mengandung beberapa senyawa
toksik seperti holoturin yang justru berbahaya bagi
tubuh manusia, ujar dosen jurusan Farmasi Fakultas
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam ITB. Doktor
Farmakologi alumnus Nantes University, Perancis, itu
menuturkan obat herbal terstandar dikatakan aman jika
memenuhi data praklinis.
Sebetulnya banyak periset di berbagai negara telah
membuktikan keampuhan teripang dalam uji praklinis. Dr
Retno Murwani dari Universitas Diponegoro, misalnya,
membuktikan teripang sebagai antikanker. Riset serupa
juga ditempuh Tong Y, dari Divisi Farmakologi Antitumor,
State Key Laboratory of Drug Research, Shanghai
Institute of Materia Medica, Chinese Academy of
Sciences, Shanghai, Cina.
Tren
Ekstrak teripang kini banyak dikonsumsi dalam bentuk
cair. Itu hasil olahan beberapa spesies teripang yang
telah diteliti senyawa aktifnya. Di antara jenis-jenis
itu belum ada kasus teripang itu beracun, ujar Drs
Prapto Darsono, periset Pusat Penelitian dan
Pengembangan Oseanologi. Apakah semua spesies berkhasiat
obat? Prof Dr Zaiton Hassan, peneliti teripang dari
Universiti Putra Malaysia, mengatakan kandungan
antarspesies relatif sama.
Hanya persentase zat aktif yang berbeda. Beberapa
spesies yang lazim diolah menjadi ekstrak antara lain
teripang pasir Holothuria scabra, teripang hitam H.
edulis, dan Stichopus variegatus. Meski Indonesia
mempunyai banyak spesies, tetapi ekstrak teripang masih
diimpor dari Malaysia. Di negeri jiran itu popularitas
gamat-begitu mereka menyebut teripang-amat
melambung.
Bekas jajahan Inggris itu meriset teripang secara
terpadu sejak 1995. Penelitian perdana dilakukan oleh
Prof Dr Ridzwan Hashim, mantan dosen Universiti
Kebangsaan Malaysia yang kini mengajar di International
Islamic University Kualalumpur (baca: Khasiat di Balik
Resep Datuk, halaman 22-23). Sejak itu penelitian untuk
mengungkap tabir teripang terus dilakukan. Hasil riset
itu-antara lain teripang berkhasiat mengatasi beragam
penyakit- mendorong investor membangun pabik pengolahan.
Wajar bila saat ini di Malaysia bertebaran puluhan
produsen ekstrak teripang dari skala rumahan yang
berpusat di Pulau Langkawi hingga skala besar. Beberapa
produsen skala besar di antaranya Diamond Interest Sdn
Bhd (Sdn Bhd, Sendirian Berhad = PT, perusahaan
terbatas), Healwell Pharmaceuticals Sdn Bhd, Luxor
Network Sdn Bhd, MICH Sdn Bhd, dan Rojam Industries Sdn
Bhd. Tiga produsen yang disebut pertama mengekspor
ekstrak teripang ke Indonesia dengan merek masing-masing
Sea Cucumber, Gamat Emulsion, dan Jeli Gamat.
Ketiga merek itulah yang kini beredar di pasaran
Indonesia. Menurut Paulus Prawira yang mendistribusikan
Sea Cucumber di Jakarta, volume penjualan 2005 meningkat
25% ketimbang tahun sebelumnya. Melambungnya permintaan
juga dirasakan oleh Thomas Hendrawan, distributor Jeli
Gamat di Indonesia. Lonjakan permintaan ke- 3 merek itu
mengindikasikan ekstrak teripang dibutuhkan masyarakat.
Sayang, meski Indonesia mempunyai keragaman spesies
yang tinggi, industri pengolahan teripang belum muncul.
Padahal, teknologi pengolahan beche de mer-sebutan
teripang di lidah Perancis-relatif mudah (baca: Jalan
Panjang Pangkor ke Selangor, halaman 24-25). Menurut Drs
Prapto Darsono, alumnus Biologi Kelautan University of
South Carolina, Amerika Serikat, dari 1.200 spesies
teripang, 200 di antaranya hidup di Indonesia. Padahal,
seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan
kesehatan, prospek pasar ekstrak teripang amat
menjanjikan. Apalagi, Di dalam ilmu pengobatan barat
teripang sedang gencar dimanfaatkan sebagai obat. Kita
masih menggolongkan sebagai makanan kesehatan, ujar dr
Zen Djaja. Apa pun sebutannya, obat atau suplemen,
teripang terbukti berkhasiat menyembuhkan beragam
penyakit maut.
Itulah sebabnya banyak orang menyandarkan harapan
kesembuhan pada ginseng laut, julukan untuk teripang.
(Sardi Duryatmo/Peliput: Hermansyah, Imam Wiguna,
Kiki Riazkika, Syalita Fawnia, & Vina
Fitriani)
ARTIKEL MAJALAH TRUBUS TENTANG
KHASIAT TERIPANG / GAMAT / SEA CUCUMBER