
Sertifikat HALAL
Malaysia:
JAKIM (22.00)/492/2/1 010-10/2004
BPOM RI:
ML 234201001307
|
|
Trubus
Edisi:
Selasa, 07
Maret 2006 14:23:09
|
Mereka Selamat Berkat Gamat
|
|
Penderitaan itu seperti merampas kebahagiaan Dewi
Anggraeni yang baru saja menikah. Delapan purnama
seperti bergulir lebih cepat ketika ia lemas, pegal,
lambung perih, sering muntah, serta kehilangan
keseimbangan. Ia mengira masuk angin, sehingga hanya
membeli obat yang dijual bebas. Lebih dari seminggu,
sakit dan letih tak kunjung membaik. Itulah sebabnya ia
memeriksakan diri ke dokter. Ahli medis mendiagnosis ia
terlalu lelah bekerja sehingga hanya diberi vitamin.
Toh, kondisinya kian memburuk. Naik tangga berjarak 5
meter, ia butuh satu jam dengan keringat dingin tak
henti mengucur. Kian hari kesehatan Dewi semakin
menurun, sehingga ia hanya bisa terbaring di tempat
tidur.
Lupus sendi Pada penghujung 1997
ia dirujuk ke dokter darah Rumah Sakit Pusat Pertamina.
Ia menjalani tes serologi dan imunologi. ?Anti ds DNA
(anti double stranded DNA) melebihi ambang batas dan ANA
(anti nuclear AB) Anda positif,? kata dr Dewata Dermawan
SpPD, dokter hematologi dan onkologi yang memeriksa
Dewi. Lazimnya kisaran anti ds DNA adalah 0 - 200 IU/ml
sedangkan Dewi 258 IU/ml. Anti ds DNA dan ANA adalah
penanda aktivitas penyakit lupus. Selain itu nilai laju
endap darah (LED) juga jadi parameter lupus, dengan
kisaran normal 0 - 15 mm/jam. Pada 1997, hampir tak
ada informasi tentang penyakit lupus. Ia mengira
dokternya bercanda. ?Ia terkena lupus yang menyerang
sendi, karenanya sulit bergerak,? kata dokter yang kini
berpraktek di Rumah Sakit Internasional Bintaro,
Tangerang. Sejak saat itu Dewi mulai menenggak
obat-obatan mengandung steroid dan metrotreksit untuk
kanker. Obat itu dikonsumsi agar serangan lupus tidak
meluas ke organ tubuh lain. Sebulan kemudian,
penderitaan wanita berkulit putih bersih itu justru
bertambah. Wajahnya membulat - dikenal dengan istilah
moonface - , kulit kering, tulang-tulang linu setiap
saat, lambung perih meronta. Ia lantas meminta obatnya
diganti, tetapi apa daya, peredam penyakit lupus memang
hanya steroid. Oleh karena itu, obat-obatan dokter
ditinggal, beralih pada refleksi, terapi jus, dan
meminum suplemen di bawah pantauan dokter. ?Yang paling
penting, ia tidak meminum obat yang merusak ginjalnya,?
kata dokter alumnus Universitas Indonesia itu. Jika
ginjal rusak, obat-obatan justru memacu kematian karena
tak ada organ pengolahnya. Pada awal 2003 rekannya
menyodorkan suplemen berbahan teripang. Ia meminumnya
dengan dosis 2 sendok makan 3 kali sehari. Dampaknya,
tidurnya nyenyak. Penderita lupus kerap terbangun pada
malam hari karena saraf terhentak. Kemudian ia sanggup
berjalan tanpa dipapah, duduk tanpa bantalan, berenang,
dan ia pun diperbolehkan mengikuti program hamil. Kini
penampilannya lebih segar, rambut tebal, dan kulit
lembut bersinar. Tes laboratorium dilakukan setelah 2
tahun rutin mengkonsumsi teripang. Hasilnya, nilai anti
ds DNA hanya 5,7 serta laju endap darahnya menurun
menjadi 8 mm/jam dari sebelumnya 67 mm/jam. Kondisinya
memang membaik tapi bukan berarti sembuh. Dalam dunia
kedokteran, lupus tidak bisa disembuhkan dan belum ada
obatnya. Asal mengontrol diri terhadap makanan dan tidak
terkena sinar matahari berlebih, derita lupus takkan
menjangkit. ?Ginjalnya tetap oke, sama sekali tidak
masalah. Untuk penderita lupus memang sebisa mungkin
obat kimia dihindari,? kata dr Dewata sambil mengakui
pasiennya memiliki kondisi jauh lebih
baik.
Antidiabetes Khasiat produk
teripang Stichopus hermanii juga dirasakan oleh dr
Pieter A.W Pattinama, MPH. Derita diabetes mellitus
sejak 1972 tak kunjung sembuh. Kadar gula darahnya 500
mg/dl. Luka di telapak kaki mantan direktur Rumah Sakit
PGI Cikini, itu Jakarta, terus menganga. Pria 59 tahun
itu wajib menyuntik insulin 3 kali dengan dosis 30
unit/hari dan mengkonsumsi Diamicron. Untuk mempercepat
penyembuhan, dokter itu rutin menjalani terapi ozon.
Kaki dibungkus dengan plastik berisi gas alam. Hasilnya,
luka itu menutup dan sembuh. Namun, pada awal
Februari 2003 luka itu kambuh kembali, terdapat lubang
sedalam 6 cm dan lebar 10 cm x 10 cm. Setelah operasi
lukanya bersih dari nanah tetapi tak menutup walau di
terapi ozon. Dokter di rumah sakit menganjurkannya
diamputasi atau transplantasi kulit agar lukanya lenyap.
Lantas, ia mengganti dengan terapi akupuntur yang
membuat peredaran darah meningkat. Itu dibarengi
mengkonsumsi jeli teripang. Sedikit demi sedikit luka
menutup. Konsumsi teripang menurunkan nilai gula
darahnya menjadi 160 mg/dl dalam 2 bulan. Itu sebabnya
suntikan insulin menjadi 3 kali 15 unit per hari dan
hemoglobin darahnya juga meningkat dari 9 menjadi 15
g/dl. Dokter yang juga dosen di Fakultas Kesehatan
Masyarakat Universitas Indonesia itu yakin, teripang
membantu penyembuhan dan meningkatkan kesehatan
tubuh.
Berbagai penyakit Beragamnya
kandungan gizi Stichopus hermanii menyembuhkan beberapa
penyakit (baca: Penyembuh dari Dasar Samudera halaman
52). Selain lupus dan diabetes, gamat - sebutan teripang
di Malaysia - telah mengembalikan detak jantung Taurini,
pengidap jantung bocor sejak lahir. Lima tahun lalu
ketika berusia 47 tahun, ia kerap pingsan dan 8 kali
bolak- balik ke rumah sakit dalam satu bulan. ?Dokter
bilang harus dioperasi, tak ada jalan lain , itu berarti
saya butuh seratus juta,? kata ibu 3 anak
itu. Lantaran terimpit biaya, operasi itu batal. Obat
dokter berupa Asparca, Ascardia, dan ISDN yang
semestinya menjadi obat seumur hidup juga dihentikan.
Semua kerabat dipanggil untuk melihatnya terakhir kali.
Saat itulah sepupunya datang membawa jeli teripang dan
menganjurkan rutin meminumnya. Dalam seminggu bobot
tubuhnya naik 10 kilogram dan dokternya terkejut melihat
ia mampu berjalan dan wajahnya berseri. ?Paling tidak
kondisi saya jauh lebih baik tanpa harus operasi,?
katanya. Stroke yang diderita Hendriyati Kaban, Sri
Lestari Th eedens, dan Iwan juga enyah. Akhir 30 Oktober
2004 ketika Sri beranjak bangun pagi, kaki dan tangannya
tak bisa digerakkan, nilai tekanan darah pun melonjak
naik ke angka 180/130. Setelah 2 minggu megkonsumsi
teripang, sarafnya kembali normal dan tekanan darah
turun menjadi 130/90. Tak hanya orang dewasa yang
mengkonsumsinya, bahkan bayi sekalipun aman menelannya.
Ellsye, cucunya berusia 3 tahun, lepas dari penderitaan
diare dalam hitungan jam. Padahal sebelumnya cucunya itu
20 kali bolak-balik ke peturasan. Efek pada anak juga
dirasakan dr Maria Theresia Karnadi MS, kepala
Poliklinik Umum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Setidaknya
itu terlihat dari hasil rapor 2 anaknya pada kelas 4 SD
dan 3 SMP melesat dibanding sebelum mengkonsumsi gamat.
?Anak saya bilang mereka lebih konsentrasi,? kata
alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti itu.
Walau penelitian mengenai efek gizi teripang terhadap
penyembuhan penyakit belum ada, mereka yang selamat
berkat gamat percaya, penyakit yang hinggap di tubuh
mereka berangsur lenyap. Yang dibutuhkan hanya asupan
rutin gamat dan pola hidup sehat. (Vina
Fitriani/Peliput: Syalita Fawnia)
ARTIKEL MAJALAH TRUBUS TENTANG
KHASIAT TERIPANG / GAMAT / SEA CUCUMBER
|
|
|
|