Tidak ada yang memikat saat pertama kali melihat
penampilan blue unique track milik Kabinawa. Lou han itu
hanya dihiasi nongnong kecil. Namun perubahan besar
terjadi setelah Kabinawa memberi campuran 1,5-7,5%
spirulina ke dalam pakan. Tak sampai 8 minggu, nongnong
blue unique tampak besar. Bahkan melebihi ukuran kepala.
Dengan penampilan baru itu seorang hobiis di Jakarta
langsung menawar hingga Rp30-juta.
Bagi penggemar lou han, memiliki ikan bernongnong
besar sebuah kebanggaan. Nongnong besar diyakini memberi
umur panjang pada pemiliknya. Wajar banyak hobiis
berlomba mencari lou han bernongnong besar. Nongnong
yang besar itu dapat dibuat, ujar Kabinawa. Melalui
serangkaian percobaan, profesor riset dari LIPI itu
menunjukkan ganggang biru-hijau itu bisa membuat
nongnong lou han besar.
Menurut Kabinawa, nongnong pada lou han merupakan
tempat menyimpan cadangan makanan. Di dalamnya berisi
lipoprotein dan nutrisi pelengkap lain. Nongnong dapat
mengecil karena cadangan makanan yang ada diserap
menjadi energi. Untuk menghindari cadangan makanan itu
terpakai, spirulina dapat menjadi pengganti. Spirulina
mengandung nutrisi untuk menghasilkan energi, ujar
Kabinawa.
Antistres
Kandungan protein dan lemak yang tinggi dalam
spirulina membuat ganggang renik itu menjadi salah satu
campuran pakan. Menurut penelitian Kabinawa, spirulina
mengandung protein 65-70%. Itu lebih tinggi daripada
telur yang hanya 12%. Nilai itu juga melampaui protein
asal daging dan ikan, 15-25%. Senyawa lain yang dimiliki
spirulina adalah 15-25% karbohidrat, 7-13% mineral,
8-10% serat, dan 3% air. Semua senyawa itu cukup sebagai
sumber energi di tubuh.
Spirulina dengan kandungan B12-nya yang cukup tinggi
mujarab meningkatkan kekebalan tubuh ikan dari gangguan
penyakit. Pemakaian pada bibit dapat menekan tingkat
kematian hingga 14%. Keistimewaan lain, mempercepat
pertumbuhan sampai 19%. Bahkan bila 2,5% spirulina
dicampurkan pada pakan, sirip ikan tumbuh 25% lebih
cepat.
Stres juga dapat dihalau dengan spirulina. Itu
lantaran ia mengandung antioksidan yang dapat memasok
cukup oksigen terlarut di tubuh. Ikan yang stres saat
pindah dari kolam dapat pulih dalam waktu singkat dengan
pemberian spirulina selama 10 hari berturutturut, ujar
Agnes Maria, staf ahli riset dan pengembangan akuakultur
PT Central Proteinaprima di Jakarta.
Kinclong
Serangkaian keunggulan itu membuat spirulina banyak
dimanfaatkan sebagai campuran pakan. Tak hanya lou han,
tapi ikan hias lain seperti koi, diskus, dan maskoki.
Contohnya koi. Koi tidak mempunyai pigmen penentu warna.
Padahal, kecantikan koi terletak pada kecerahan warna
pola tubuh. Itu dapat diatasi dengan pemberian pakan
yang mengandung spirulina, ujar Agnes.
Hasil penelitian Balitbang Zoologi-LIPI Cibinong
menunjukkan pakan yang mengandung 6-7% spirulina dapat
mencerahkan warna bila diberikan selama 20 hari
berturut-turut. Artinya bila kebutuhan pakan mencapai
100 g, maka 6 g di antaranya spirulina. Peternak koi di
Blitar sudah biasa menambahkan 5-10 g/hari spirulina ke
dalam pakan untuk setiap 25 koi.
Bukan tanpa sebab spirulina dapat mencerahkan warna
ikan. Itu lantaran spirulina mengandung pigmen
astasantin dan zeaksantin. Kedua pigmen itu yang dapat
memekatkan warna terutama corak merah. Kandungan penting
lain adalah betakaroten. Pigmen pendongkrak warna merah
itu jumlahnya mencapai 0,14-0,19% dalam spirulina. Warna
merah pada koi bisa keluar dengan betakaroten, ujar
Agnes.
Hambat virus herpes
Spirulina pun memberi manfaat pada hewan lain seperti
hamster dan ayam. Berdasarkan penelitian yang dilakukan
Profesor Ernest Ross dari University of Hawaii and
Warren Dominy of the Oceanic Institute di Amerika
Serikat, asupan spirulina dapat meningkatkan fertilitas
sampai 96,1% bila digunakan pada burung.
Di Afrika, spirulina banyak terdapat di bukit-bukit
yang dihuni oleh ratusan burung flaminggo. Mereka
memakan alga berbentuk spiral itu sehingga warna bulunya
yang putih berubah merah jambu. Tak hanya warna putih,
spirulina juga dapat mendongkrak warna kuning, merah,
hijau, dan biru menjadi cerah, serta bulu terlihat lebih
halus.
Para peneliti di National Cancer Institute di
Amerika Serikat pernah menguji pemberian spirulina pada
hamster. Hasilnya, hamster kebal terhadap herpes dan
kanker. Itu lantaran kandungan sulfoglycolipid yang
dimiliki spirulina. Senyawa itu bahkan diyakini dapat
melawan virus AIDS yang menurunkan kekebalan tubuh.
Menurut Kabinawa, pemberian spirulina pada ayam
petelur dapat memerahkan warna kuning telur. Untuk ayam
pedaging, alga biru kehijauan itu membuat daging lebih
kenyal sehingga setelah dimasak menjadi empuk dan gurih.
Serangkaian manfaat itulah yang menjadikan spirulina
pantas diberikan sebagai pakan hewan, tidak semata untuk
kesehatan manusia. (Lastioro Anmi
Tambunan)
Spirulina sebagai pakan
| Komoditas |
Manfaat |
| Larva udang windu |
Meningkatkan growth rate (GR), survival rate
(SR) dan warna |
| Ayam petelur |
Warna kuning telur menjadi pekat grade
11-12 |
| Ayam pedaging |
Karkas tinggi, daging empuk dan gurih, organ
dalam hati dan ampela berwarna merah darah |
| Diskus marlboro red |
Mencerahkan warna |
| Platy |
Mencerahkan warna |
| Koi |
Mencerahkan warna |
| Oscar |
Mencerahkan warna |
| Lou han |
Meningkatkan GR dan SR anakan, memekatkan
rajah, mencerahkan warna, menstimulasi nongnong,
mempercepat pematangan gonad |
| Ikan mujair, nila gift |
Meningkatkan GR,SR anakan dan daging
gurih |
| Bandeng |
Meningkatkan GR,SR anakan dan daging
gurih |
| Daphnia, moina |
Meningkatkan GR,SR dan nafsu makan |
| Burung hias |
Mencerahkan warna |
| Hamster |
Mencegah kanker dan virus
herpes |
ARTIKEL MAJALAH TRUBUS TENTANG
KHASIAT TERIPANG / GAMAT / SEA CUCUMBER